Kamis, 30 April 2009
Laskar Pelangi Sesion 2
aku memang tak setangguh bu muslimah, tak sekuat tekad beliau dan kuakui dengan kesadarnku tak seikhlas beliau dalam mengemban amanah dalam cita cita memberikan mimpi mimpi terindah bagi anak-anak didikku, tapi aku sekarang telah disini berdiri tegak didaerah tak bertuan sekaligus sorga dunia bagi penikmat petualangan alam sejati. rimba belantara, sungai lebar dan hasil tambang utama,...yang dicar-cari penduduk dunia "emas" ya disini adalah daerah tambang emas terbesar dikawasan solok selatan sumatera barat. Kondisi geografis yang sulit dijangkau dengan jalan darat, memaksa kita harus mampu duduk diatas perahu kecil bermesin tempel (lazim disebut tempek) selama lebih kurang tiga jam, syukur-syukur itu cuaca baik bisa menikmati angin sepoi sepoi dan disuguhi pemandangan alam dikiri kanan bantaran sungai. kadangkala pula makhluk makhluk pengusa rimba ikut nimbrung menanti kehadiran kita, monyet, beruk, siamang atau apalah namanya yang sejenis primata itu. Burung-burung langka yang sedang dicari dan banyak diperbincangkan para pencinta alam dunia yang aku sendiri lupa atau tidak hafal namanya, salah satunya diberi nama burung anggang oleh penduduk setempat, burung ini berbadan besar. besar lebih kurang seperti kalkun, selalu terbang dengan ketinggian lebih kurang 20 meter dari tanah sehingga sangat sulit untuk melihat atau mengamati burung ini secara jelas, mempunyai paruh panjang dan mempunyai pial atau mirip topi dikepala siburung ini. begitulah gambaran sekila penyambutan didaerah ini. yang kemidian dirangkai dengan cerita cerita unik yang kadang kala miirip dengan cerita laskar pelanginya mas andrea hirata, lucu, menggemaskan, sedih kadangkala miris. dan kemudian aku belajar untuk memaksakan diri dengan keadaan ini untuk bisa menjadi muslimah.
Jumat, 02 Januari 2009
Air mata bahagia or duka
pertanyaan yang mungkin hanya dijawab dengan senyman miris diantara ucapan selamat yang ditujukan kepadaku tersimpan duka lara orangtuaku demi melihat buah hati putri tercinta mengembara didunia tak bertuan (hehe...sori terlalu sarkasme), tapi memang begitulah kenyataannya ketika pertama kali beliau mengantarkan ku kesini, bantaran sungai batanghari ini, air mata beliau menetes beliau tiadak rela, tapi aku terus berdiri tegar menjadi orang yang kuat demi mengabdi kepada negara tercinta. arus air yag bergemuruh berwarna coklat tua menyurutkan semangat yang serta waktu itu, belum lagi medan yang harus ditempuh sebelum sampai pada muara sungai ini memaksa kami harus offroad bertarung dengan lumpur dan lubang jalanan....petualangan yang luar biasa untuk awal yag tak diduga. Pengalaman pertama ini harus tak harus kuucapakan terima kasih yng tak hingga kepada pendukung pendukung setiaku, spesial kakak tercita Yahya yang terlalu berani demi aku adiknya. ibundaku tercinta yang dengan uraian air mata menghantarkan aku anaknya kemedan perjuangan, Bapakku walau dengan rasa takut tetap setia menemani ketujuan, kepada seseorang yang kukenal dengan nama Pak Am, yang menguatkanku dan memberikan petunjuk hingga selamat sampai ke tempat yang bukan tujuanku. itulah awal segalanya yang kelak akan membuat kisah laskar pelangi sesion 2
Langganan:
Postingan (Atom)